Teknologi Penyaring Udara untuk Lawan Corona

Wabah Covid-19 telah mengubah hidup masyarakat hingga sektor bisnis di seluruh dunia. Tidak hanya pemerintah, kini pihak swasta di seluruh dunia turut berupaya agar dapat mengurangi dampak wabah ini terhadap sektor ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Salah satu kontribusi khusus dari sektor industri adalah mengembangkan pengetahuan, keahlian, dan teknologi untuk mendukung pemerintah dan pakar kesehatan dalam mencari solusi demi berakhirnya pandemi Covid-19.

Setelah teruji berhasil menekan jumlah penyebaran wabah Covid-19 di Tiongkok, Broad Group menyumbangkan produk Broad Clean Air yang terdiri dari Broad Purifier dan Broad Airpro Mask kepada Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Kedua alat tersebut diklaim dilengkapi dengan teknologi baru pembersih udara yang dapat menyaring PM2.5 hingga 99,9 persen dan generator gas ozon untuk membantu dan melindungi pasien dan staf medis melawan virus Korona.

BROAD Group menyumbangkan produk BROAD Clean Air yang terdiri dari BROAD Purifier dan BROAD Airpro Mask kepada Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada Jumat (08/05).

Penyerahan ini dilakukan oleh Yosef Resi Herwidi, selaku Customer Manager PT Broad Group Indonesia dan diterima oleh Wakil Direktur Medis RSPP Dr. Asep Saepul Rohmat SpPD, KGEH dan Wakil Direktur Penunjang Medis RSPP Drg. Ahmad Zulkifli, Sp.BM.

“Berangkat dari kisah sukses kolaborasi kami dengan tenaga medis di Tiongkok dan beberapa negara lainya sejak awal wabah Covid-19 yang, kami percaya diri bahwa teknologi pemurnian udara kami yang dilengkapi generator gas ozon dapat membantu menekan jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia” papar Customer Manager PT Broad Group Indonesia Yosef Resi Herwidi melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com.

Selama masa krisis Covid-19 di Tiongkok, teknologi disinfeksi gas Ozon yang menjadi andalan Broad Purifier disebut menjadi salah satu cara paling terukur, hemat, dan efektif untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri. Lebih dari 40 rumah sakit termasuk rumah sakit darurat Covid-19 seperti Leishenshan Hospital dan Huoshenshan Hospital di Wuhan telah menggunakan Broad Purifier.

Broad Airpro Mask dapat melindungi penggunanya dari berbagai jenis polusi udara (Istimewa)

Dalam pemanfaatannya, Broad Purifier tidak hanya dikhususkan di masa wabah saja karena teknologi gas Ozon yang dimiliki mampu melindungi rumah sakit umum, tempat tinggal, sekolah, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, serta pabrik.

Dilansir dari The Telegraph UK, para pemimpin agama di Arab Saudi juga telah menerapkan teknologi gas ozon untuk membersihkan Ka’bah di Makkah.

Broad Purifier juga memiliki fungsi 4 in 1 dengan hak paten. Perangkat ini memiliki pembersih Electrostatic yang dapat menyerap partikel yang sangat kecil (10.000 kali lebih kecil dari PM2.5).

Dilengkapi juga dengan generator gas ozon yang berfungsi sebagai desinfeksi udara maupun benda terhadap penyakit menular, seperti flu dan batuk, radang selaput lendir hidung (rhinitis), pembengkakan pita suara (laringitis), radang paru-paru (pneumonia), mengurangi efek dari penyakit asma, serta membunuh bakteri dan virus. Selain itu, risiko kanker, diabetes dan penyakit kritis lainnya dapat diredam secara optimal.

Sementara itu, Broad Airpro Mask adalah masker yang dilengkapi penyaring udara (HEPA filter) ultra ringan yang penggunaannya dapat digunakan berulang kali. Perangkat ini dikatakan mampu menyaring PM2.5 hingga 99.9 persen dan bakteri hingga 99.3 persen, membuat penggunanya merasa lebih segar, terlindung dari polusi udara, dan meningkatkan volume pernapasan.

HEPA Filter dapat digunakan hingga 500 jam, atau setara dengan dua bulan dengan pemakaian 8 jam perhari. Secara umum, produk ini biasa digunakan untuk melindungi pengunanya dari penyakit pernapasan. Di saat wabah seperti ini Broad Airpro Mask dikatakan bermanfaat untuk melindungi pasien dan staf medis untuk memperoleh udara bersih.

Sumber : Dari berbagai Sumber

Perubahan pola hidup pada situasi COVID-19 atau New Normal

Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 telah menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi COVID-19 atau New Normal,” ujar Terawan.

Panduan pencegahan penularan COVID-19 secara rinci antara lain:

Selama PSBB bagi Tempat Kerja

a. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan COVID-19

1) Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 di wilayahnya. (Secara berkala dapat diakses di https://infeksiemerging.kemkes.go.id. dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat).

2) Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.

3) Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

4) Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

5) Pengaturan bekerja dari rumah (work from home). Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

b. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung :

1) Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

2) Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3) Untuk pekerja shift :

a) Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari)

b) Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

4) Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

5) Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.


6) Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat

a) Higiene dan sanitasi lingkungan kerja

• Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.

• Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

b) Sarana cuci tangan

• Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir).
• Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan
• Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.
• Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll)

c) Physical Distancing dalam semua aktifitas kerja
Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

d) Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

• Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.• Etika batuk Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya.• Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat.• Makan makanan dengan gizi seimbang• Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain lain.

c. Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai COVID-19

1) Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi Covid-19, sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar.
2) Materi edukasi yang dapat diberikan:
* Penyebab COVID-19 dan cara pencegahannya
* Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul.
* Praktek PHBS seperti praktek mencuci tangan yang benar, etika batuk
* Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan
* Metode edukasi yang dapat dilakukan: pemasangan banner, pamphlet, majalah dinding, dll di area strategis yang mudah dilihat setiap pekerja seperti di pintu masuk, area makan/kantin, area istirahat, tangga serta media audio & video yang disiarkan secara berulang. SMS/whats up blast ke semua pekerja secara berkala untuk mengingatkan.
* Materi edukasi dapat diakses pada www.covid19.go.id.

“Dengan menerapkan panduan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi Covid-19 pada tempat kerja khususnya perkantoran dan industri, dimana terdapat potensi penularan akibat berkumpulnya banyak orang dalam satu lokasi,” kata Terawan.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2).

Antisipasi Corona Covid-19, Ini 5 Cara Aman Saat Terima Paket dari Belanja Online

Hampir semua kebutuhan sehari-hari tersedia di toko-toko online, mulai bahan makanan hingga peralatan rumah tangga. 

Namun, apakah paket yang Anda beli terjamin keamanan dan kebersihannya? Bagaimana pun paket-paket tersebut telah disentuh oleh banyak orang sebelum sampai di tangan Anda. 

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NEJM), virus corona bisa bertahan selama 2-3 hari pada permukaan plastik dan stainless steel, serta bertahan selama 24 jam di atas permukaan kardus.

Jadi, Anda tetap harus berhati-hati saat menerima paket dari luar supaya terhindar dari risiko terpapar virus corona. 

Berikut lima cara aman saat menerima dan membuka paket di tengah-tengah wabah virus corona, seperti dilansir dari berbagai sumber. 

1. USAHAKAN MENERIMA PAKET TANPA KONTAK

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah tidak melakukan kontak dengan pengirim paket. Cara ini demi keamanan Anda dan juga petugas pengirim paket, supaya tidak ada kontak yang berisiko penularan virus corona. 

Apalagi petugas pengantar paket biasanya berinteraksi dengan banyak orang dalam sehari. Jadi, risiko sekecil apa pun pasti ada. 

Sebagai alternatif, Anda bisa meminta petugas pengirim meletakkan paket di depan pintu atau pagar. Bisa juga jika dibungkus plastik, paketnya digantungkan di pagar atau pintu rumah. Tentu saja Anda harus berkoordinasi dulu dengan petugas pengirim paket.  

2. BUKA PAKET DI LUAR RUMAH

Setelah menerima paket sebaiknya langsung dibuka saja. Usahakan paket dibuka di luar rumah, supaya kondisi dalam rumah tetap terjaga dari risiko terpapar virus corona. 

Ada baiknya Anda membuka paket menggunakan sarung tangan. Tindakan itu lebih aman dalam pencegahan penyebaran virus corona. 

1.jpg

3. BUANG SAMPAH BUNGKUS PAKET KE TEMPAT YANG AMAN

Setelah bungkus paket dibuka dan isinya diambil, sebaiknya paket langsung dibuang ke tempat sampah. Usahakan tempat sampahnya diletakkan di luar rumah. 

Membuang bungkus paket di luar rumah lebih aman bagi Anda dan anggota keluarga lainnya.  

4. SEMPROT BARANG DENGAN CAIRAN DISINFEKTAN

Jika paket yang Anda terima berupa barang alias bukan makanan, ada baiknya permukaan luar barang tersebut atau bungkus plastiknya disemprot dengan cairan disinfektan. 

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan masih ada virus yang tertinggal di permukaan benda yang Anda beli. 

5. SEGERA CUCI TANGAN

Setelah membuka keseluruhan paket, segera lah mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalur. Cara mencuci tangannya sesuai anjuran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu selama 20 detik. 

Pastikan Anda belum memegang benda lain sebelum memastikan tangan Anda sudah dicuci bersih dengan sabun. Mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu langkah yang sangat direkomendasikan untuk pencegahan penyebaran COVID-19. 

ilustrasi-cuci-tangan-dengan-sabun-dan-hand-sanitizer.jpg

Sumber: dari berbagai sumber.